Jayapura,- Hari Bumi yang dirayakan setiap tahun pada tanggal 22 April, adalah kesempatan bagi kita semua untuk memikirkan tentang planet tempat kita tinggal dan cara kita dapat menjaganya. Namun, hari ini, kita juga menghadapi krisis iklim yang semakin memburuk. Orang muda memiliki peran penting dalam mengatasi krisis iklim ini dan harus terus mengambil tindakan untuk menjaga bumi.
Menurut Bernard Koten, Ketua Komite Eksekutif Kowaki Tanah Papua mengatakan bahwa hal pertama yang perlu dilakukan oleh orang muda adalah meningkatkan kesadaran tentang krisis iklim. “Orang muda dapat belajar tentang krisis iklim melalui sumber-sumber seperti buku, artikel, dan film dokumenter. Selain itu, mereka dapat mengikuti kelompok aktivis lingkungan dan organisasi yang mempromosikan kesadaran akan masalah ini.
Sementara itu menurutnya orang muda dapat membantu mengurangi emisi gas rumah kaca dengan mengambil tindakan kecil di kehidupan sehari-hari. Salah satu cara untuk mengurangi emisi gas rumah kaca , mempromoskan energi terbarukan, menjadi konsumen yang sadar akan kelestarian lingkungan. Selain itu, orang muda dapat menghemat energi di rumah dengan cara mematikan lampu dan peralatan elektronik ketika tidak digunakan dan memilih produk yang ramah lingkungan.
Sementara Elisabeth Apyaka, Deputi Ekosistim Esensial, Hutan Hujan dan Krisis Iklim mengatakan bahwa Kowaki melakukan peringatan Hari Bumi dengan tema “Lindungi Bumi dari Krisis Iklim”. “Kegiatan kampanye yang melibatkan orang muda diantaranya melakukan kampanye media dengan twibbonze dan photo Ops. Photo Ops dilakukan dengan melibatkan Sahabat Kowaki yang ada di Sorong, Manokwari, Nabire, Merauke, Wamena dan Jayapura,” ujar Elisabet Apyaka yang juga seorang sutrada film dokumenter.
Ditambahkannya bahwa kedepan Kowaki akan terus meningkatkan kapasitas orang muda dan melakukan advokasi kebijakan terkait keadilan ekologis, keadilan iklim, kelestarian ekosistim essensial, energi kotor dan hutan hujan Papua serta pemenuhan hak-hak masyarakat adat Papua.