Krisis Iklim Nyata , Saatnya Orang Muda Papua bergerak

4 Min Read

Banyak ilmuwan, organisasi lingkungan, dan pemerintah di seluruh dunia telah mengumpulkan bukti yang menunjukkan bahwa planet kita sedang menghadapi krisis yang serius karena perubahan iklim.

Salah satu bukti yang paling jelas adalah peningkatan suhu global rata-rata. Menurut NASA, suhu global rata-rata telah meningkat sekitar 1,8 derajat Fahrenheit (1 derajat Celsius) sejak akhir abad ke-19. Peningkatan ini terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktivitas manusia, seperti pembakaran bahan bakar fosil. [tentang energi fosil]

Selain peningkatan suhu, ada juga bukti yang menunjukkan perubahan lain yang terjadi di seluruh dunia. Misalnya, laut sedang naik karena pelelehan es di kutub dan gletser gunung, dan cuaca yang semakin ekstrem seperti topan, banjir, dan kekeringan semakin sering terjadi.

Video diatas adalah menunjukan banjir Rob di Waan, Merauke. Dimana masyarakat merasakan dampaknya, terutama perempuan dan anak.

Banyak ilmuwan juga telah mempelajari dampak perubahan iklim pada kehidupan di planet ini. Mereka telah menemukan bahwa perubahan iklim dapat memengaruhi ekosistem, mengancam spesies yang terancam punah, dan mempengaruhi ketersediaan air dan pangan.

Pemerintah dan organisasi lingkungan di seluruh dunia telah mengambil tindakan untuk mengatasi krisis iklim dengan mengurangi emisi gas rumah kaca dan mempromosikan energi terbarukan. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengatasi krisis ini dan melindungi planet kita.

Krisis iklim adalah nyata dan memiliki bukti yang kuat untuk mendukungnya. Penting bagi kita semua untuk mengambil tindakan untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan melindungi planet kita untuk generasi yang akan datang.

Apa yang bisa kita lakukan sebagai orang muda Papua ?Ada banyak cara di mana kita bisa berkontribusi untuk mengatasi dampak krisis iklim. Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan adalah:

1. Mengurangi Penggunaan Energi Fosil: Salah satu cara terbaik untuk mengurangi emisi gas rumah kaca adalah dengan mengurangi penggunaan energi fosil seperti bahan bakar minyak, batu bara, dan gas alam. Kita bisa memilih untuk menggunakan kendaraan yang lebih efisien bahan bakarnya, menggunakan lampu LED atau hemat energi, dan mengurangi penggunaan listrik di rumah / kos.

2. Mengurangi Limbah: Kita juga bisa membantu mengurangi dampak krisis iklim dengan mengurangi jumlah limbah yang kita hasilkan. Ini bisa dilakukan dengan memilih barang yang lebih tahan lama dan berkualitas tinggi, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dan mengurangi jumlah sampah yang kita buang.

3. Mengurangi Konsumsi Daging: Produksi daging adalah salah satu penyebab utama emisi gas rumah kaca terutama pada peternakan sapi, ayam, babi skala besar. Kita bisa membantu mengurangi dampak ini dengan mengurangi konsumsi daging dan memilih alternatif protein seperti kacang-kacangan, sayuran, dan biji-bijian.

4. Menggunakan Sumber Energi Terbarukan: Kita bisa membantu mengatasi dampak krisis iklim dengan menggunakan sumber energi terbarukan seperti energi surya atau angin. Kita bisa memilih untuk memasang panel surya di atap rumah atau memilih penyedia listrik yang menggunakan sumber energi terbarukan.

5. Mendukung Organisasi Lingkungan: Ada banyak organisasi lingkungan yang bekerja untuk mengatasi krisis iklim. Kita bisa membantu dengan mendukung organisasi-organisasi ini melalui donasi atau menjadi sukarelawan seperti menjadi Sahabat Bumi Kowaki

Dalam kesimpulan, ada banyak cara di mana kita bisa berkontribusi untuk mengatasi dampak krisis iklim. Kita semua memiliki peran penting dalam melindungi planet kita untuk generasi yang akan datang.

Kowaki artinya adalah perisai atau tameng yang biasa dipergunakan kepala suku besar atau kepala suku perang. Kowaki  berasal dari Bahasa Suku Momuna, Yahukimo. (admin)

Share This Article